News Update :

Berita Nasional

Berita Cyber

Berita International

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Buah Kurma dan Berbagai Macam Manfaatnya

Friday, March 16, 2012

Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan salah satu buah yang memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Kira-kira 50% sampai 60 % dari kandungan buahnya merupakan gula. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kurma terkadang diandalkan sebagai sumber cadangan energi. Bahkan jika dibandingkan dengan buah yang lain, kurma merupakan buah yang paling banyak mengandung gula. Rata-rata buah lain biasanya hanya memiliki sekitar 20-30% gula dari kandungan buahnya.

Kurma merupakan buah asli yang tumbuh di Semenanjung Arab (Timur Tengah) dan Afrika Utara. Namun, telah dilaporkan bahwa kurma tidak hanya tumbuh di daerah beriklim panas melainkan di daerah tropis juga. Walaupun kurma di daerah tropis tidak sebaik kurma yang tumbuh di daerah beriklim panas.
Kurma memiliki sejuta manfaat yang beragam. Itu semua berkat kandungan yang ada dalam buah kurma. Kurma sering dikonsumsi saat bulan puasa sebagai hidangan pembuka. Alasannya karena kandungan gula yang dimiliki sangatlah tinggi, sehingga bisa dijadikan penyuplai energi yang sudah hilang saat berpuasa.
Menurut ahli gizi IPB, Dr Hardinsyah MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, buah kurma memiliki kandungan gizi yang hampir lengkap. Dia juga berpendapat kurma dapat memulihkan stamina saat berpuasa karena kandungan fruktosa dan glukosa di dalamnya.
Kandungan gizi yang terdapat dalam kurma antara lain karbohidrat, mineral, dan vitamin.
Karbohidrat
Karbohidrat dalam kurma terkandung dalam bentuk glukosa, sukrosa, fruktosa dan sejumlah kecil poliskadarida. Salah satu alasan kurma dianggap sebagai buah yang baik dikonsumsi adalah karena banyaknya karbohidrat yang terkandung di dalamnya. Hampir 50-60% dari seluruh kandungan buah ini merupakan gula. Persentase ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan buah lain yang hanya mengandung 20-40% gula dalam kandungan buahnya.
Gula yang terkandung dalam kurma diserap tubuh selama 45-60 menit. Ini jauh lebih lama dibanding dengan segelas air yang mengandung gula. Hal ini bisa membuat seseorang mampu menahan lapar saat berpuasa.
Dalam karbohidrat yang dimiliki kurma ini juga terkandung serat-serat kasar yang bermanfaat dalam pencegahan kesulitan buang air besar.
Selain mengandung karbohidrat, kurma juga mengandung banyak sekali jenis mineral di dalamnya. Antara lain kalium atau potasium, kalsium, fosfor, besi, dan lain-lain.
Kalium/Potasium
Telah diketahui bahwa kalium mampu mencegah stroke. Dari penelitian tentang pola makan pada 859 orang pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di California Utara, AS, didapatkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan dengan asupan kalium tinggi (3500 mg per hari) hampir tak ada yang menderita stroke. Sementara mereka yang mengonsumsi sedikit kalium (1950 mg per hari) memiliki risiko terserang stroke lebih besar. Berdasarkan penelitian itu, diambil kesimpulan bahwa dengan mengonsumsi satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal stroke dapat berkurang hingga 40 persen. Untungnya dalam 100 gram kurma terdapat 666 mg kalium.
Selain mengurangi risiko terserangnya stroke, kalium juga bermanfaat dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan melindungi pembuluh darah dari kejadian aterosklerosis atau timbulnya plak-plak yang dapat menyumbat pembuluh darah. Hal ini sangat menguntungkan para penderita hipertensi tentunya. Karena kalium ini mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi.
Selain itu, kalium juga diperlukan untuk fungsi saraf dan kontrol otak. Kalium mampu membantu pergerakan saraf untuk mengendalikan aliran cairan dari otot dan sel-sel tubuh. Kekurangan kadar kalium mampu mengakibatkan kram otot dan detak jantung tidak teratur.
Kalsium
Dari sekian banyak mineral, kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh. Sekitar 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Sedangkan 1% kalsium terdapat dalam darah dan jaringan lunak. Untuk memenuhi kebutuhan 1% kalsium ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang kita makan atau dari tulang. Jika asupan kalsium yang kita makan tidak mencukupi maka, tubuh akan mengambilnya dari tulang.
Kurma sangat bermanfaat bagi wanita hamil karena kalsium yang terdapat di dalamnya berperan dalam pembentukan tulang dan gigi pada janin, bahkan juga bermanfaat untuk tulang dan gigi bagi wanita itu sendiri.
Dalam sehari, orang dewasa membutuhkan 800 mg per hari. Untuk wanita hamil justru harus lebih. Sementara kurma hanya menyumbang 52 mg dalam 100 gram buahnya. Tapi tidak masalah, karena kita sendiri juga sudah mengonsumsi kalsium yang cukup dari sayur-sayuran.
Magnesium
Magnesium dalam tubuh kita dapat kita temukan pada sel darah merah, gigi dan tulang. Dan magnesium merupakan salah satu mineral yang penting. Mineral ini berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, menghindari pembekuan darah, mencegah komplikasi penyakit diabetes, dan membantu memelihara kekuatan tulang.
Selain itu, magnesium juga menjadi salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi energi, membentuk protein, membentuk DNA, dan membantu menghantarkan pesan atau informasi ke saraf.
Banyaknya magnesium dalam 100 gram kurma ternyata hampir sama dengan kadar kalsium dalam kurma, yaitu 50 mg. Tubuh kita membutuhkan magnesium sekitar 400 – 1000 mg per hari. Tetapi bukan berarti Anda harus memakan minimal delapan buah kurma setiap harinya. Asupan magnesium bisa juga kita dapatkan dari nasi merah, sayur-sayuran dan kacang-kacangan.
Fosfor
Fosfor merupakan mineral terbanyak nomor dua dalam tubuh setelah kalsium. Mineral ini ada dalam tubuh kita dalam bentuk kristal kalsium fosfat. Kira-kira 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor ini adalah sebagai pemberi energi, pembentukan DNA, membantu penyerapan kalsium, dan menunjang kesehatan tulang dan gigi.
Bagi anak-anak fosfor bisa berguna sebagai pendukung pertumbuhannya. Anak di bawah satu tahun membutuhkan sekitar 100 – 300 mg per hari, sedangkan anak-anak 1 – 10 membutuhkan 700 – 1000 mg per hari. Sementara orang dewasa 1000 – 1300 mg per hari.
Dalam 100 gram kurma, terdapat 63 mg fosfor.
Mineral lain
Mineral-mineral lain yang terkandung dalam kurma antara lain besi, natrium atau sodium, tembaga, mangan, kobalt, dan yodium. Tentunya masing-masing mineral ini memiliki manfaat-manfaat tersendiri. Misalnya besi dalam pembentukan hemoglobin. Menariknya kandungan besi dalam 100 gram kurma dapat memenuhi kebutuhan besi dalam satu hari. Terkadang buah kurma lebih dipilih dibanding tablet suplemen zat besi, mengingat banyaknya efek samping akibat konsumsi tablet suplemen zat besi seperti mual, sakit kepala dan hilang nafsu makan.
Vitamin
Vitamin-vitamin yang terkandung dalam buah kurma antara lain vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), biotin, asam folat, vitamin C (asam askorbat), pro-vitamin A (beta-carotene), nicotinamide, retinol equivalent, asam pantotenat, dan vitamin B6.
Vitamin A dalam 100 mg ada sekitar 90 IU (international unit) bermanfaat untuk kesehatan mata, pertumbuhan dan perkembangan janin, dan kesehatan sel reproduksi. Mengingat kita membutuhkan vitamin A sekitar 5000 IU per hari, maka tidak ada salahnya jika memilih kurma sebagai salah satu sumber vitamin A kita saat berpuasa.
Selain vitamin A, vitamin yang diandalkan dari buah kurma adalah vitamin B1, B2, dan C. Vitamin B1 berfungsi untuk mencegah kerusakan saraf, membantu sel untuk membentuk energi dan lain-lain. Sementara vitamin B2 berperan dalam mempertahankan kesehatan kulit dan rambut, dan sangat dibutuhkan saat proses metabolisme tubuh.
Vitamin C bersifat sebagai antioksidan. Tubuh membutuhkan paling sedikit 60-90 mg per hari. Jika kita mengonsumsi vitamin C secara berlebih maka sisanya akan dibuang melalui air urin. Manfaat vitamin C bagi tubuh sangat banyak. Bahkan vitamin C memiliki lebih dari 300 fungsi metabolik dalam tubuh. Beberapa manfaat penting dari vitamin C antara lain meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak akibat radikal bebas, merawat kulit dan lain-lain.

Sumber : http://www.morphostlab.com/artikel/buah-kurma-dan-berbagai-macam-manfaatnya.html

Proses Pengolahan Susu

Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Nilai gizinya yang tinggi juga menyebabkan susu merupakan medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar.
Mikroorganisme yang berkembang didalam susu selain menyebabkan susu menjadi rusak juga membahayakan kesehatan masyarakat sebagai konsumen akhir. Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu.
Kerusakan pada susu disebabkan oleh terbentuknya asam laktat sebagai hasil fermentasi laktosa oleh koli. Fermentasi oleh bakteri ini akan menyebabkan aroma susu menjadi berubah dan tidak disukai oleh konsumen. Untuk meminimalkan kontaminasi oleh mikroorganisme dan menghambat pertumbuhan bakteri pada susu agar dapat disimpan lebih lama maka penanganan sesudah pemerahan hendaknya menjadi perhatian utama peternak.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan pada susu adalah dengan cara pemanasan (pasteurisasi) baik dengan suhu tinggi maupun suhu rendah yang dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasan ini diharapkan akan dapat membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalisasi perkembangan bakteri lain, baik selama pemanasan maupun pada saat penyimpanan.
Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju permintaan pasar.
Berikut ini adalah beberapa macam proses pengolahan susu agar dapat tahan lama:
SUSU HOMOGENASI
Susu homogen adalah susu yang telah mengalami homogenisasi. Proses homogenisasi bertujuan untuk menyeragamkan besarnya globula-globula lemak susu. Apabila setelah proses homogenisasi dilakukan penyimpanan pada suhu 10-15 °C selama 48 jam tidak akan terjadi pemisahan krim pada susu. Didalam susu yang belum dihomogenisasi, globula-globula lemak ini besarnya tidak seragam yaitu antara 2-10 mikrometer. Alat untuk menyeragamkan globula-globula lemak tersebut disebut homogenizer. Ketidakhomogenan didalam pembuatan produk-produk olahan susu tertentu, salah satu misalnya es krim, karena hasilnya tidak akan terasa halus, tetapi kerugian susu homogen adalah mudah mengalami creaming yaitu memisahnya kepala susu (krim) dibagian atas terpisah dari serum yang terletak dibagian bawah. Homogenisasi dapat meningkatkan viscositas (viscosity) + 10 %.
Tahapan proses homogenisasi dapat dilakukan dengan:
1. Single stage homogenization, digunakan untuk homogenisasi:
- Produk dengan kandungan lemak rendah
- Produk yang memerlukan homogenisasi berat (heavy)
- Produk yang memerlukan viscositas tinggi
2. Two stage homogenization, digunakan untuk:
- Produk dengan kandungan lemak tinggi
- Produk dengan kandungan bahan kering (konsentrasi susu) tinggi
- Produk dengan viscositas rendah.

SUSU PASTEURISASI

Produk olahan ini adalah susu yang telah mengalami proses pasteurisasi. Proses pasteurisasi termasuk proses pemanasan yang dapat didefenisikan sebagai berikut:
pasteurisasi adalah proses pemanasan setiap komponen (partikel) dalam susu pada suhu 62 derajat Celcius selama 30 menit, atau pemanasan pada suhu 72 derajat Celcius selama 15 detik, yang segera diikuti dengan proses pendinginan.
Ada 2 macam cara pasteurisasi yaitu:
1. Pasteurisasi lama (LTLT= Low Temperature Long Time) dengan suhu 62 – 65 derajat Celcius selama 30 menit.
2. Pasteurisasi sekejap (HTST= High Temperature Short Time) dengan suhu 85 – 95 derajat Celcius selama 1-2 menit.
Perlakuan panas dapat mempengaruhi kandungan lysin dalam susu pasteurisasi, seperti yang tertera pada Tabel berikut:

Sedangkan pengaruh suhu terhadap vitamin yang terlarut dalam air pada susu dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tujuan Pasteurisasi:
a. Untuk membunuh bakteri pathogen, yaitu bakteri-bakteri yang berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit pada manusia (mycobacterium tubercolosis).
b. Untuk membunuh bacteri tertentu yaitu dengan mengatur tingginya suhu dan lamanya waktu pasteurisasi.
c. Untuk mengurangi populasi bakteri dalam bahan susu.
d. Untuk mempertinggi atau memperpanjang daya simpan bahan.
e. Dapat memberikan atau menimbulkan cita rasa yang lebih menarik konsumen.
f. Pada pasteurisasi susu, proses ini dapat menginaktifkan fosfatase dan katalase, yaitu enzim-enzim yang membuat susu cepat rusak.

SUSU STERILISASI

Susu steril yang banyak dijual orang adalah susu ultra. Proses sterilisasi juga termasuk pemanasan. Apabila pasteurisasi hanya bertujuan membunuh bakteri-bakteri pathogen maka sterilisasi bertujuan untuk membunuh semua bakteri baik pathogen maupun non pathogen. Suhu yang digunakan lebih tinggi dari suhu pasteurisasi yaitu sekitar 104-140 derajat Celcius dengan yang sangat pendek kurang lebih 1-4 detik saja. Alat yang digunakan untuk sterilisasi misalnya otoklav (kapasitas kecil) dan retrot (kapasitas besar).
Metode yang digunakan dalam proses sterilisasi ada 3 yaitu:
1. One stage (autoclave) dengan suhu 110-120 derajat Celcius selama 10-40 menit.
2. Two stage (UHT) dengan suhu 135-155 derajat Celcius selama 2-5 detik.
3. Continuous sterilisasi, yaitu dengan melakukan kedua metoda diatas.

Sumber: http://www.morphostlab.com/artikel/proses-pengolahan-susu.html

Cara Minum Obat Antidiabetes yang Benar

Sekarang ini masyarakat tampaknya sudah tahu bahwa diabetes itu sudah terbagi atas dua tipe. Ini bukan hal yang baru lagi. Mengapa? Sebab seiring waktu jumlah penderita diabetes semakin banyak.
Pengobatan sering menjadi masalah. Terutama pengobatan oral yang membutuhkan pola konsumsi yang teratur dan bersyarat. Umumnya penderita diabetes tipe 1 tidak mengonsumsi pengobatan oral. Mereka lebih sering memakai injeksi insulin. Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang harus mengonsumsi pengobatan oral.
Apa saja obat yang perlu dikonsumsi bagi penderita diabetes tipe 2?
Banyak jenisnya. Bahkan sekarang sudah banyak perusahaan obat yang memproduksi bermacam-macam obat diabetes (khususnya tipe 2). Contoh obat-obat yang sering diberikan pada penderita diabetes tipe dua antara lain sulfonylureas, biguanides, Alpha-glucosidase inhibitor , thiazolidinediones, dan meglitinides.
Setiap obatnya memiliki cara kerja yang berbeda, manfaat yang berbeda, dan efek samping yang berbeda. Cara meminum obatnya pun berbeda!
Sulfonylureas
Obat jenis ini merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin lebih banyak lagi yang kemudian akan menurunkan kadar gula darah. Dikarenakan obat ini sangat bergantung pada pankreas, maka penderita diabetes yang memiliki gangguan pada pankreas tidak dianjurkan meminum obat ini. Juga bagi mereka yang memiliki alergi terhadap obat golongan sulfa tidak dibenarkan mengonsumsi obat sulfonylureas.
Obat ini mampu bekerja sepanjang hari, jadi sebenarnya cukup makan sekali sehari. Sebagian yang lain mengonsumsinya dua kali sehari. Tetapi walau demikian, tetaplah memakannya sesuai anjuran dokter Anda.
Obat sulfonylureas ini harus dikonsumsi sebelum makan. Kalau misalnya obat ini diresepkan sekali sehari maka obat ini harus dikonsumsi sebelum makan pagi setiap hari. Kalau Anda mengonsumsinya dua kali sehari maka lebih baik dimakan sebelum makan pagi dan sebelum makan malam setiap hari.
Contoh obat-obat yang tergolong sulfonylureas antara lain glyburide, glipizide, dan glimepiride.
Biguanides
Obat ini mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan dua cara yaitu mengurangi proses hepatic gluconeogenesis yang normalnya memproduksi glukosa dan cara kedua yaitu meningkatkan sensitivitas insulin terhadap glukosa. Obat ini tidak meningkat kadar insulin. Bahkan dalam beberapa kasus obat ini justru mengurangi insulin.
Terkadang obat biguanides ini dapat mengurangi berat badan sehingga bisa memudahkan kita untuk mengontrol lemak dalam darah dan kolesterol.
Obat ini bisa dikonsumsi dua atau tiga kali sehari dan dimakan bersamaan saat makan (makan pagi, siang atau malam). Contoh obat biguanides antara lain metformin (glucophage).
Alpha-glucosidase inhibitor
Kini sudah ada dua jenis obat yang tergolong alpha-glucosidase inhibitor, yaitu acarbose (precose) dan miglitol (glyset). Obat-obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang mencerna amilum (pati). Sehingga dampaknya akan memperlambat peningkatan kadar glukosa darah atau bahkan menurunkannya. Obat ini boleh dimakan sampai tiga kali sehari dan harus dimakan bersama suapan pertama setiap makan.
Thiazolidinediones
Obat generik dari jenis obat ini adalah pioglitazone dan troglitazone. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, agar glukosa dalam darah dapat masuk dengan mudah ke dalam sel sebagai energi.
Pioglitazone umumnya dimakan satu kali sehari dan harus teratur setiap harinya. Boleh dimakan tanpa atau dengan makanan. Biasanya dimakan saat pagi hari. Berbeda dengan troglitazone yang boleh dikonsumsi satu kali atau dua kali sehari. Namun harus dengan waktu yang teratur pula.
Cara makan obat yang berbeda!
Jadi, dari sekian banyak jenis obat anti-diabetes, setiap obatnya memiliki cara konsumsi yang berbeda. Dan ini harus diperhatikan untuk mendapat hasil atau dampak yang efektif!
Referensi:
Type 2 Diabetes Mellitus Medication, emedicine.com
When to take metformin, diabetesforums.com
Precose and Glyset (Starch Blockers), diabetesnet.com
Medications for Diabetes – Oral Medications, lifeclinic.com

Sumber: http://www.morphostlab.com/artikel/cara-minum-obat-anti-diabetes-yang-benar.html

Programing

Kesehatan

 
© Copyright Jiban Crew Family 2012